Monday, October 31, 2011

Kali Ini Saja


Aku tidak lari menghindarimu. Aku tidak beranjak meninggalkanmu. Aku masih seperti mentari. Masih tetap setia menyinari bumi. Aku akan tetap menjadi mentari. Aku akan menyengatmu dengan terikku. Tapi aku tak akan melukaimu. Jika kamu terluka olehku, sinarku akan menyembuhkanmu.
Mungkin terkadang aku seperti lebah. Aku gemar mengumpulkan madu darimu. Maaf, Aku tidak bisa melindungimu. Tapi aku bisa menyengat mereka yang mengganggu. Apa kamu tahu, aku ingin menjadi sebuah pohon besar. Agar aku bisa menjadi tempat berteduh dan bersandar. Aku tidak akan kemana mana jika kamu butuh aku. Aku selalu disini kapan pun kamu ingin berteduh dan bersandar.
Tapi tidak kali ini, izinkan aku berlari untuk sejenak. Biarkan aku mencari peraduanku sendiri. Aku tahu kau ada untukku. Kau mampu menjadi tujuanku. Tapi tidak kali ini. Aku mohon. Biarkan aku terhanyut dalam menyelami diriku sendiri. Biarkan aku menyelami kedalaman hatiku sendiri. Biarkan aku untuk meredakan gemuruh dan badai di hati. Hingga nanti aku siap untuk membaginya denganmu.

Saturday, October 22, 2011

Arti Hadirmu


Entah seperti apa warnamu, kamu selalu menghias hariku
Entah seperti apa sinarmu, hanya hangat yang ku rasa
Entah serapuh apa dirimu, kamu selalu jadi sandaranku
Entah seperti apa duniaku tanpa hadirmu
Entah seperti apa arti hadirku untukmu
Bagiku kamu satu dari yang teristimewa
Walau  bulan dan mentari terbit dan tenggelam
Walau siang dan malam silih berganti
Dengan hitam putih dirimu
Seperti itulah arti hadirmu untukku

Tetaplah menjadi dirimu adanya
Biarlah hari ini manjadi harimu
Walau setiap hari adalah kado untukmu
Karena setiap hari adalah keajaiban
Dan setiap hari adalah cerita baru
SELAMAT HARI LAHIR KE-17 UNTUK NURDIANA OKTAVIA
SEMOGA SETIAP DETIK YANG BERLALU ADALAH SETIAP LANGKAHMU UNTUK MENCAPAI MIMPI, KESUKSESAN DAN KEBAHAGIAAN DUNIA -  AKHIRAT.
AMIN


Tuesday, October 18, 2011

Surat Untuk Sobat


Sobat…
Kau harus tau bahwa aku masih di sini
Selalu ada untuk menjadi sandaranmu di kala sedih dan perih menyerangmu
Aku masih di sini menjadi penjagamu di saat takut dan sepi menyergapmu
Aku masih ada mendampingi dalam setiap langkahmu

Sobat…
Hingga suatu ketika kamu menemukan bintangmu,
Aku akan tetap ada untukmu
Biarlah bintangmu yang menghias malam gelapmu
Dan aku akan tetap menjadi mentari di tiap harimu

Sobat…
Aku akan tetap selalu menjadi aku
Jika waktu merubahku, aku masih tetap ingin kamu ada untukku
Jika waktu merubahmu, aku akan berusaha mengembalikanmu
Hingga waktu datang memisahkan kita

Saturday, October 15, 2011

Another Case

Waktu bisa membunuh. Namun seiring dengan waktu yang terus bergulir,
luka akan perlahan sembuh.
Luka ini, luka karena tidak bisa meraih mimpi. Walau perih, pasti akan perlahan lenyap dibawa waktu.
Sampai tiba saatnya aku dapat yang lebih baik dari ini.
I'll play the game
but I can't stay
I've got my head on straight
And I'm not gonna change
I'm not gonna change

Rabu, 12 Oktober 2011

I lost in myself.
Tripping out
Spinning around
I'm underground
I fell down
Yeah I fell down


Selasa, 11 Oktober 2011

Kenapa harus ada rasa malas, patah semangat, dan gundah.???
Dan kenapa aku diserang 3 penyakit ini. . . :(

Sunday, October 9, 2011

Pelestarian Lingkungan Sebagai Wujud Pengamalan Sila Kedua Pancasila


Tulisan kali ini adalah hasil dari tugas PKN tentang kegiatan yang dapat meningkatkan nilai salah satu sila dari Pancasila. semoga tulisan ini dapat bermanfaat.  

Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik para founding fathers ketika negara Indonesia didirikan. Namun dalam perjalanan panjang kehidupan berbangsa dan bernegara, Pancasila sering mengalami berbagai deviasi dalam aktualisasi nilai-nilainya. Deviasi pengamalan Pancasila tersebut bisa berupa penambahan, pengurangan, dan penyimpangan dari makna yang seharusnya. Walaupun seiring dengan itu sering pula terjadi upaya pelurusan kembali.
Pancasila sering digolongkan ke dalam ideologi tengah di antara dua ideologi besar dunia yang paling berpengaruh, sehingga sering disifatkan bukan ini dan bukan itu. Pancasila bukan berpaham komunisme dan bukan berpaham kapitalisme. Pancasila tidak berpaham individualisme dan tidak berpaham kolektivisme. Posisi Pancasila inilah yang merepotkan aktualisasi nilai-nilainya ke dalam kehidupan praksis berbangsa dan bernegara. Dinamika aktualisasi nilai Pancasila bagaikan pendelum (bandul jam) yang selalu bergerak ke kanan dan ke kiri secara seimbang tanpa pernah berhenti tepat di tengah.
Pancasila juga merupakan sarana atau wadah yang dapat mempersatukan bangsa Indonesia, sebab Pancasila adalah falsafah, jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai dan norma-norma yang luhur. Kita menyadari bahwa Pancasila sebagai norma dasar dan nilai moral yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai itu adalah Pandangan Hidup, Kesadaran dan Cita hukum, cita-cita mengenai Kemerdekaan, Keadilan Sosial, Politik, Ekonomi, Keagamaan dll. Kita hidup dalam masyarakat yang beraneka ragam coraknya, maka harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Banyak sekali nilai-nilai Pancasila yang mulai dilupakan Bangsa Indonesia sendiri akibat berkembangan zaman dan kurangnya penekanan dalam pendidikan untuk menyaring berbagai ideologi yang tanpa kita sadari telah merasuk di tiap aspek kehidupan khususnya pada generasi muda. Untuk itu perlu adanya pembelajaran yang dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang Pancasila dan pengamalannya dalam kehidupan sehari hari. Salah satu contohnya yaitu lewat kegiatan upaya pelestarian lingkungan.



2. Tujuan 
Meningkatkan dan menanankam rasa cinta bangsa dan jiwa Pancasila.
 Mempelajari dan memahami makna yang terkandung dalam sila kedua Pancasila.
Memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam sila kedua Pancasila.
Mengetahui kegiatan yang merupakan berwujudan pengamalan sila kedua Pancasila.


3.      Kegunaan
Memberikan informasi dan pemahaman makna yang terkandung dalam sila kedua Pancasila.
Memberikan pemahaman untuk mengamalkan Pancasila khususnya sila kedua
Menambah wawasan kebangsaan khususnya dalam pengamalan sila kedua Pancasila.
Sebagai sarana memahami dan menumbuhkan rasa cinta bangsa dan jiwa Pancasila.

Pembahasan
1.      Makna Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
           
Semua agama meyakini, bahwa manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia sebagai mahluk yang diberi kelebihan berupa akal pikiran yang tidak dimiliki tumbuhan dan hewan, sehingga manusia bisa berlaku adil terhadap sesamanya. Manusia dengan akal dan pikiran tumbuh dan berkembang menjadi mahluk yang beradab.  Sehubungan dengan ini, pada dasarnya manusia adalah mahluk yang “adil dan beradab”, sehingga manusia menjadi mahluk yang taat dan patuh pada ajaran agama, serta norma yang berlaku yang telah disepakati bersama yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. Dengan batasan norma yang berlaku, kehidupan manusia menjadi teratur, serasi, selaras dan seimbang.  Didasarkan pada pemikiran ini, Bangsa Indonesia bersepakat, merumuskan “Kemanusiaan yang adil dan beradab” sebagai Sila Kedua. Bangsa Indonesia sangat menentang ketidakadilan dan perbuatan yang tidak manusiawi, serta menentang penjajahan dalam bentuk apapun.
Sila kedua Pancasila yang berbunyi Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab mengandung nilai-nilai antara lain pengakuan terhadap adanya martabat manusia, manusia yang beradab terhadap sesama manusia, manusia yang beradab yang memiliki daya, cipta rasa, karsa dan keyakinan, sehingga jelas perbedaan antara manusia dan hewan. Oleh karena itu, sila kedua sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Di sila kedua ini, jelas tergambarkan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa berhati besar dan bermartabat. Semua orang yang berada dibawah lindungan NKRI mempunyai hak asasi dan kewajiban yang sama walau berbeda suku, ras, dan agama. Tidak hanya antar warga negara Indonesia saja, sila kedua juga berlaku dalam hubungan kerja sama dengan bangsa lain.

2.      Nilai-nilai yang terkandung dalam Sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Pancasila adalah pandangan Hidup Bangsa Indonesia sehingga dijadikan pedoman hidup bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraan lahir dan batin dalam masyarakat yang heterogen (beraneka ragam). Pancasila kemudian menjadi jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, Pancasila lahir bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia dalam sikap mental maupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakan dengan bangsa lain. Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi dasar norma dan aturan dalam kehidupan sehari-hari dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Banyak sekali nilai yang terkandung dalam sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab dan harus kita terapkan, antara lain:Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
-Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
-Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
-Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
-Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepu selira.
-Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
-Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
-Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
-Berani membela kebenaran dan keadilan.
-Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
-Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
            Menerapkan nilai-nilai yang terkandung bukan hal yang sulit untuk dilakukan. Pada dasarnya Pancasila memang dibuat sesuai dengan kondisi rakyat Indonesia dan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia.

3.      Kegiatan yang meningkatkan nilai-nilai sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
            Makhluk hidup tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Meskipun lingkungan bersifat mendukung atau menyokong kehidupan makhluk hidup, namun perlu diingat bahwa tidak semua lingkungan di muka bumi ini memiliki keadaan yang ideal untuk kehidupan makhluk hidup. Dalam hal ini, makhluk hidup yang bersangkutan harus dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungannya. Khusus bagi manusia, adaptasi yang dilakukan terhadap lingkungannya akan menghasilkan berbagai bentuk hasil interaksi yang disebut dengan budaya. Budaya-budaya tersebut, antara lain, berupa bentuk rumah, model pakaian, pola mata pencaharian, dan pola kehidupan hariannya.
Perlu kita sadari lingkungan hidup mempunyai keterbatasan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitasnya. Dengan kata lain, lingkungan hidup dapat mengalami penurunan kualitas dan penurunan kuantitas. Penurunan kualitas dan kuantitas lingkungan ini menyebabkan kondisi lingkungan kurang atau tidak dapat berfungsi lagi untuk mendukung kehidupan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Kerusakan lingkungan hidup dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Berdasarkan penyebabnya, kerusakan lingkungan dapat dikarenakan proses alam dan karena aktivitas manusia.
Salah satu contoh kegiatan yang dapat meningkatkan nilai-nilai Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab adalah pelestarian lingkungan. Dengan menggunakan sumber daya alam dengan bijak dan disertai upaya pelestarian lingkungan berarti mencintai bangsa Indonesia dan membantu kelangsungan kehidupan generasi Indonesia selanjutnya. Memanfaatkan sumber daya alam dengan bijak merupakan sebuah upaya membela kebenaran dan keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia, karena selama ini seluruh kekayaan alam Indonesia dieksploitasi oleh bangsa lain. Dengan jiwa Pancasila yang kita miliki, seharusnya kita membuka mata dan pikiran. Segenap rakyat dan pemerintah harusnya berjuang merebut kembali kekayaan Indonesia dari bangsa lain demi kesejahteraan Bangsa Indonesia sendiri.
Pelestarian lingkungan adalah kewajiban semua manusia di bumi. Melestariakan lingkungan adalah perwujudan Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sebagai mahluk yang adil, kita tidak boleh egois dalam memanfaatkan sumber daya alam, kita harus ingat bahwa kita harus menyisakan banyak sumber daya alam demi kelangsungan Bangsa Indonesia dalam jangka waktu yang sangat panjang. Sebagai mahluk yang beradab, kita tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam semena-mena tetapi juga harus menjaga ketersediaan dan memperbaiki kerusakan yang telah kita buat. Pelestarian lingkungan dapat diwujudkan dengan  3D - Dimulai dari yang kecil, Dimulai dari diri sendiri, Dimulai dari sekarang .
Upaya pelestarian lingkungan dapat kita lakukan dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang bersih. Apabila setiap remaja memiliki kesadaran diri dan rasa tanggung jawab pribadi untuk menjaga kebersihan lingkungan, kita yakin bahwa lingkungan hidup kita akan baik. Melakukan kegiatan daur ulang pada kertas, plastic dan kaleng bekas menjadi barang yang dapat digunakan lagi, menghemat BBM, air, listrik, plastik dan kertas. Kemudian membangun kebiasan menanam pohon dan bunga atau kegiatan berkebun lainnya dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal kita. Selain itu dengan membawa makanan dari rumah dengan menggunakan wadah makan yang bisa dipakai berulang karena dapat mengurangi penggunaan kertas, plastik, dan sampah. Pilihlah liburan dengan berpiknik daripada jalan jalan ke mall untuk belanja atau nonton karena dengan piknik, kita menjadi lebih sehat dan dekat dengan alam. Memilih produk lokal ramah lingkungan juga salah satu upaya dalam pelestarian lingkungan.
Kegiatan nyata yang dapat remaja lakukan adalah Bakti Sosial (BakSos) di lingkungan tempat tinggal dan lingkungan sekolah. Remaja dapat terlibat dalam kegiatan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari langkah-langkah untuk menjaga  kebersihan, tata cara pelestarian serta manfaat-manfaat dari lingkungan yang bersih. Para remaja yang memiliki kepedulian akan kebersihan dan kelestarian lingkungan, selalu  berusaha menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya. Remaja dapat terlibat  dalam mengelola sampah dengan memanfaatkan kreatifitas  sehingga mengurangi pencemaran lingkungan dengan mengolah sampah atau limbah menjadi suatu produk yang bermutu dan berguna atau bermanfaat  bagi orang lain. Melalui proses pengolahan dan proses produksi dengan menggunakan  keterampilan dan mempoles sampah menjadi suatu keunikan akan memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan demikian, melestariakan lingkungan tidak hanya menyelamatkan  kelangsungan kehidupan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejateraan rakyat.
Penutup
1.      Kesimpulan
Pancasila adalah pandangan Hidup Bangsa Indonesia sehingga dijadikan pedoman hidup bangsa Indonesia dalam mencapai kesejahteraan lahir dan batin dalam masyarakat yang heterogen (beraneka ragam). Pancasila kemudian menjadi jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia, Pancasila lahir bersama dengan lahirnya bangsa Indonesia dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia dalam sikap mental maupun tingkah lakunya sehingga dapat membedakan dengan bangsa lain. Setiap sila Pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi dasar norma dan aturan dalam kehidupan sehari-hari dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Salah satu contoh kegiatan yang dapat meningkatkan nilai-nilai Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab adalah pelestarian lingkungan. Dengan menggunakan sumber daya alam dengan bijak dan disertai upaya pelestarian lingkungan berarti mencintai bangsa Indonesia dan membantu kelangsungan kehidupan generasi Indonesia selanjutnya. Melestariakan lingkungan tidak hanya menyelamatkan  kelangsungan kehidupan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejateraan rakyat.

2.      Saran
Sebagai perwujudan pengamalan sila kedua, kita tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam semena-mena tetapi juga harus menjaga ketersediaan dan memperbaiki kerusakan yang telah kita buat. Pelestarian lingkungan dapat diwujudkan dengan  3D - Dimulai dari yang kecil, Dimulai dari diri sendiri, Dimulai dari sekarang .
Pelestarian lingkungan dapat dilakukan dari hal kecil seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menghemat energi. Hendaknya kesadaran untuk pelestarian lingkungan ditamankan dan ditumbuhkan sejak kecil dan terus diwariskan ke generasi berikutnya agar kelangsungan hidup Bangsa Indonesia tetap terjamin dan kemakmuran serta kesejahteraan Bangsa dapat kita capai sejak kini hingga nanti.
Referensi
http://www.antaranews.com/berita/276205/bank-sampah-rekayasa-sosial-untuk-pelestarian-lingkungan
http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Lingkungan_Hidup_dan_Pelestariannya_8.1_(BAB_3)
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090630235959AACYJkT
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/pedoman-pengamalan-pancasilapedoman-pengamalan-pancasilapedoman-pengamalan-pancasila/
http://www.peutuah.com/makalah-pancasila-dan-masyarakat/
http://www.bappenas.go.id

Wednesday, October 5, 2011

Kehilangan

Jumat , 23 September 2011
Lihatlah, sahabat sahabatmu tidak mampu menahan air mata. Kami tidak sanggup melihatmu begini. Taukah kamu, kami selalu ada untukmu kapan pun kamu mencari kami.
Maafkan aku….. Aku gagal meraihmu, membiarkanmu terluka sendiri. Tak ada seorangpun yang kamu mau untuk membagi lukamu. Meski kamu jauh dalam jangkauanku, aku tetap merasa perih tergores ketika kamu melupakan kami semua. Tapi aku yakin itu bukan kamu. Mata dan tawamu tidak ku kenal. Itu tubuhmu tapi jiwamu tertidur didalamnya.

Senin, 26 September 2011
Aku tidak percaya kamu lupa segalanya tentang kami. Sangat beratkah beban yang kamu emban selama ini? Mengapa hanya kami yang hilang dari ingatanmu? Apakah kami telah melakukan kesalahan yang sangat fatal sehingga kamu jadi begini? Aku tidak berani melihatmu, aku takut tangisku pecah jika aku melihatmu. Kami berdoa semoga kamu kembali. Sungguh, ini berat untuk kami. Aku berusaha menguatkan hatiku. Mungkin ini kehendak Yang Maha Kuasa agar semua bebanmu lenyap. Biarlah, jika kamu benar benar tidak bisa kembali, kami rela memulai cerita baru untukmu dan memberikan kenangan terindah di sisa kebersamaan kita.
Aku takut kehilanganmu untuk selamanya. Mereka merasa kamu akan pergi selamanya, dan aku tidak berani menghadapimu. Aku tidak mampu menahan perih di hatiku. Meski aku tidak istimewa untukmu, tapi kamu salah satu orang yang berarti dalam hari-hariku. Andai kamu tau, aku mampu membendung tumpahan keluh kesahmu dalam bisu untukmu. Aku hanya mau kamu kembali dan tetap mewarnai sisa kebersamaan kita.

Kamis, 29 September 2011
Aku senang mendengar suara dan tawamu. Aku sangat senang kamu kembali, meski aku tetap tidak bisa menggapaimu. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu tidak pergi lagi.

Jumat, 30 September 2011
Hari ini aku tak sabar menemuimu. Dari jauh, kamu melambai lambai dan terlihat ceria. Aku masih bertanya tanya, benarkah ini kamu. Ya, aku yakin ini adalah dirimu sesungguhnya, kamu ingat semua hal yang pernah kita lewati bersama. Tatap matamu, gerak tubuhmu, dan garis senyummu. Semuanya benar milikmu. Seperti kamu sebelumnya. Kamu yang ku kenal selama ini. Melihat senyummu lagi sudah membuatku tenang . Aku mohon padamu, jangan seperti itu lagi, kuatlah, dan tetaplah bersama kami.