Monday, February 18, 2013

Green Action : Kurangi Penggunaan Plastik



Kantong Plastik Jadi Musuh di Italia

Sejak awal tahun 2011, rakyat dan pemerintah Italia sepakat menyatakan perang. Kali ini genderang perang tak mereka tabuh untuk memerangi mafia, melainkan tas kresek (kantong plastik sekali pakai). Perdana Menteri (PM) Silvio Berlusconi mengeluarkan aturan yang melarang toko dan supermarket menggunakan tas kresek.
"Dekrit yang mulai berlaku 1 Januari 2011 itu terobosan terbaru pemerintah memerangi plastik. Masyarakat harus bersikap lebih dewasa menjaga lingkungan,” kata Menteri Lingkungan Hidup Italia, Stefania Prestigiacomo. Dengan aturan itu, Italia menjadi negara pertama Uni Eropa (UE) yang memberlakukan larangan pemakaian tas kresek. Terbetik kabar, Prancis juga segera memberlakukan aturan serupa. Sejumlah perusahaan pertokoan sudah menyingkirkan tas kresek untuk belanja. Bahkan jaringan hypermarket terbesar di dunia, Carrefour, sejak Maret 2007, tak lagi membagikan tas kresek gratis kepada konsumen. Mereka yang membutuhkan kantong untuk membawa belanjaan harus membelinya.
Sebelum itu, Inggris serta Belgia, Belanda dan Jerman juga melarang tas kresek untuk tempat belanjaan. Tapi, empat negara tadi tak sampai menjadikan larangan itu sebagai aturan pemerintah. Yang banyak terjadi adalah bahwa pemerintah sejumlah negara Eropa sekadar memungut pajak dari penggunaan tas kresek.
Dibanding negara-negara Eropa lainnya, pemakaian tas kresek di Italia tertinggi. Tiap tahun masyarakat Italia menggunakan sedikitnya 20 miliar kantong plastik. Artinya, tiap orang membuang sekitar 300 tas kresek tiap tahun.
Legambiente (organisasi lingkungan hidup Italia) optimistis Italia akan mampu memangkas emisi karbondioksida. "Larangan menggunakan tas kresek untuk belanja yang terbuat dari polythene (plastik) itu akan mengurangi emisi CO2 sampai sekitar 180 ribu ton," ungkap Legambiente. Berdasar survei lembaga tersebut, hampir seluruh warga Italia pun mendukung larangan pemakaian kantong plastik itu.         news.liputan6.com/.../penggunaan-kantung-plastik-dilarang 30 Des 2010


Hingga saat ini, telah banyak negara yang melakukan hal serupa seperti Cina dan India. Nah, kapan ya, negara kita ikut aktif melestariakan lingkungan ? Bagaimana mungkin membiasakan masyarakat kita agar sadar dan peduli terhadap lingkungan jika para pemimpin kita tidak tegas dalam masalah ini. Di tambah lagi, sosialisasi pelestarian lingkungan juga sangat minim dilakukan di Indonesia. Kalau pun ada, informasi yang diberikan tidak sampai hingga ke semua lapisan masyarakat. Sudah sepatutnya kita yang mengerti permasalahan ini untuk bertindak. Ada banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan, salah satunya dengan mengurangi sampah itu sendiri. Perubahan besar di mulai dari satu langkah kecil. Ayo, teman-teman! Kita tumbuhkan kesadaran akan lingkungan dalam diri kita sendiri dan tularkan ke sekitar kita!

Friday, February 8, 2013

It's Friendship!



Selalu ada cerita dalam setiap pertemuan. Kali ini aku beruntung bertemu dengan Romadhini Putri Wulandari, Riski Maulidda dan Sahla. Saat terasa sepi, mereka hadir memeriahkan hidupku. Saat aku butuh dukungan, mereka selalu memberikan semangat. Seperti kata seseorang, kunci kebahagiaan dalam hidup ini adalah cinta, kepercayaan dan kesetiaan. Aku bahagia bisa menemukan mereka.





Paling tidak, saat ini, bersama mereka aku bisa merasakan 3 hal itu. Semua terjalin alami, karena cinta tak bersyarat. Ketika mereka percaya padaku, saat itulah aku merasa kuat untuk bangkit berdiri dan terus berjuang walau aku telah jatuh dan sakit berulang kali. Aku pun berharap, semoga cerita kami terangkai indah sepanjang perjalanan ini. Aku cinta, percaya, dan setia pada mereka karena apa adanya, bukan karena apa adanya. It’s Friendship, dan cerita ini masih terus berlanjut untuk ditulis suatu hari nanti.

Cornetto



Rabu, 6 Februari 2013

Mentari bersinar terik, hangatnya hari ini. Terucap dalam hati “kayaknya seru nih kalo ada es krim, ajakin Sahla aaah”.
Dhini    : Mana nih si kemoceng, eeh, sekarangkan jadi si mblo?
Sahla   : Emoo?? Kok Emoo?
Rima    : Tau tuh, si kiki mana yaa. Sms dhin.
Dhini    : Eeeh, katanya dia mau jomblo, makanya jadi mblo. Udah ku sms kikinya, ga dibales. Minta no.nya yang satunya donk!
Rima    : Niih, di hapeku, 0812xxxxxxx
Sahla   : Ooh, Emblo. Tadi aku dibalas kok.
Dhini    : Kok aku nggak dibalas? 
Rima    : Datangin kekostnya aja yuuk, pengen beli es krim di depan kost kiki.
Dhini    : Iya ini, disms dulu. Kalo ternyata dia nggak lagi di kostkan gimana?
Rima    : Yaa udaah, kita main ke rumah sahla, tapi beli es krim duluu di depan kost kiki.
Dhini    : Aaakai yaah. oh iya, sekalian ngomongin rencana ke BJM. Mau sore ini, atau besok pagi.
Sahla   : Aku terserah aja. Tapi kiki gimana.
Rima    : Naah, itu, kalo pagi, aku nggak sempat sarapan. Kiki juga susah bangun subuh. Makanya kita ke sana, tapi beli es krim dulu.
Sahla   : Betul-betul!!
Rima    : :D hehehe
Dhini    : Ya udeeh, yuks, cusss!
Sahla   : Aayooo!

Yeeey, bentar lagi dapat es krim. Selalu saja ada alasan biar bisa ngumpul komplit berempat. Yaaah, paling kalo bareng pas di kampus, kuliah atau nyari makan, atau cuma males sendirian di kost, apalagi kalau ada salah satu diantara kami yang lagi eror. Otomatis ngumpul. 
Setelah asik dengan es krim Cornetto kami masing-masing, baru ku sadari ternyata dalam menikmati es krim, kami punya cara masing-masing yang lucu kalo diperhatikan. Selalu ada keunikan tersendiri yang akan jadi kenangan, coba saja sendiri bersama teman-temanmu.







Es krim boleh sama, selera rasa jelas beda. Dhini dengan Cornetto rasa Blackberry, aku dengan Cornetto disk rasa Strawberry Cheese Cake dan Kiki n Sahla dengan Cornetto disk rasa Coklat