Tuesday, December 9, 2014

Shield Protector

Akhir akhir ini, kadang merasa sendirian. Kadang kadang aja sih. Beberapa kali hampir jatuh. Tapi ternyata aku punya perisai pelindung. Ada kaka, sahabat, mama, abah yang selalu memantau dari jauh. Jadi, apapun masalahnya, selalu ada yang melindungi biar ga jatuh sampai luka. Seperti bintang, ada dan bersinar walau jauh.

Saturday, December 6, 2014

Misunderstand

Banyak hal yang lewat begitu aja, tanpa bisa dipahami. Padahal ia sudah singgah. Begitu saja.

Mengapa A harus berubah jadi C ? Padahal tidak ada yang terjadi. Seperti komponen kimia : Tidak mungkin bereaksi tanpa penambahan komponen lain.

Mengapa dulu teman dan sekarang berubah jadi musuh ? Nggak mungkin kalo tanpa sebabnya. Ada asap pasti ada api.

Topiknya adalah "Apa yang menjadi pokok permasalahannya ?"

Aku malas menoleh kebelakang ataupun bercermin kedepan dan kamu enggan memprotes aku.

Mungkin kamu kecewa. Atau apa ?? Aku nggak tau.

Yaa sudaaah. Anggap saja, kita kembali ke titik nol. Kita saling melupakan semua.

Karena kita sama egois, sama2 enggan mengalah.

Aku benci dengan ketidakjelasan ini, aku benci kita. Enggak, aku cuman kecewa. Kamu hapus aku, aku hapus kamu.

Hingga kita lupa kalau kita pernah saling memahami dan berteman baik.

Terimakasih pernah menjadi pelangi di sore hari. Indah. Sesaat. Fana.

Bye

Wednesday, December 3, 2014

Qoute Sahabat

Nur Hikmah atau biasa diteriakin "Acin/Nunu/Alay", sosoknya anggun, menawan, penyanyang, sabar, cerdas, tangguh. Calon istri yang sempurna dunia akhirat deeh.

Yang paling aku kangen, dia itu blak-blakan, ceriwis, pokoknya seru deh diajak ngumpul, diajak melanggar peraturan asrama jg asik. Haha #masalalu.

Akhir akhir ini, sepertinya di semester 5, banyak hujan badai. Banyak cobaannya yaa. Haha. Daaan selalu ada Nunu yang menyemangati lewat DPnya. Check this out !

Monday, December 1, 2014

Dear, December ! 2014 : Tahu Diri


Hai, selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak bediri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini
Udah Desember yey, bentar lagi tahun baru. Artinya bentar lagi ujian akhir semester !!
Artinya ada beberapa tugas yang harus diselesaikan sebulan kedepan. Seru banget tugasnya, tapi.... deadline-nya itu lhooo menusuki jantung ini.

Beneran deh, tugasnya seru buat dikerjain. Sayangnya ada yang perlu dikerjain keroyokan kayak lirik yang ini :

Dan upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bersama 

Maksudnyaaaa, ada yang dikerjain perkelompok. Kadang kadang ini yang paling bikin pusing, bersyukur karena partnernya teman teman dekat. Tapi cukup menguras jiwa juga ngerjain sama mereka. Adaaa aja alasannya, hambatannya. Macam - macam deh. Paling tidak, bersama mereka lebih banyak keseruannya, lebih banyak pusingnya dan lebih banyak ceritanya. Jadi aku harus tahu diri. Semoga sukses yak, Aamiin.

Dari Januari sampai hari ini, semuanya cukup cukup berbekas. Bahagianya, lukanya juga. Hehe.
Terima Kasih yaa, teman temanku yang seperti pelangi, warna warni. Terima kasih telah mengajari aku untuk "Tahu Diri" kayak lagunya Maudy Ayunda.

Cukup tau seadanya, cukup bicara seadanya, cukup mendengar seadanya, cukup melakukan sesuai porsinya, cukup berkorban seperlunya, cukup mencintai dan membenci seadanya, cukup jadi diri sendiri. Sekali lagi terima kasih.

Seperti kata Aira tadi pagi, "Dear, December. Jangan mau disuruh be nice atau apapun, cukup Just be yourself"

Monday, November 17, 2014

Musim Kelabu

Ada saatnya merasa sendirian. Perih, sesak. Ada beberapa hal yang salah, tapi karena rasanya sesak, lebih baik berdiam diri saja.

Ada saatnya dunia tak bersahabat. Sepi, kelabu. Ada komunikasi yang retak, tapi karena terlarut dalam kelabu, lebih baik berdiam diri saja.

Seperti musim hujan dan kemarau. Rasa ini silih berganti. Perih, sesak, sepi. Mungkin ini musim hujan, yang membawakan langit kelabu.

Tuesday, November 11, 2014

Hanyut

Malam semakin larut dan kita terhanyut dalam tugas tugas yang mengalir deras.

Monday, October 20, 2014

Saturday, October 18, 2014

Lesson Today : It's Dark Inside

Hari ini belajar banyak, tapi 1 hal yang masih sulit adalah berbagi dan toleransi. Apalagi menoleransi sikap seseorang. Adakan beberapa orang yang nada bicaranya memang kasar. Adaa

Susah tau ngadepinnya, apalagi kalo udah capek duluan. Rasanya tuh, kalo boleh, pengen diacak acak aja mukanya. Tapi ga bolehkan ya ? Ya sudah, diam, pasang muka ga kalah jutek.

Berasa nih, detak jantung agak keras. Meredam emosi. Maaf deh, kalo ada yang jadi pelampiasan.

Kadang hidup memang ga adil, aku juga sering ga adil. Kesal, kecewa karna A, tapi B dan C malah jadi korban pelampiasan.

***

Kalau waktu Idul Adha, belajar betapa indahnya berbagi.

Kalau hari ini, belajar lagi, berbagi itu ga mudah.

Rabu, Kamis, Jumat.
Entah mengapa akhir akhir ini berasa agak menguras emosi.
Kadang aku protes, buat apa punya hati. Kalo kadang perih begini.

Hari ini topiknya ga asik banget ya.

***

Semakin ke sini, kelihatan kok. Egoisnya di aku. Masih belum mau kalah sama orang galak, masih belum peduli untuk memahami orang lain. Semuanya tentang aku. Selalu aku yang harus menang.

Don't get too close, it's dark inside.

***

1 hal yang terbaik hari ini, aku bisa melihat mana yang paling berharga. Mana yang benar benar milikku. Seharusnya, lespaskan saja segalanya yang belum tentu dimiliki.

Menjaga di tiap detak jantungnya, hela nafasnya adalah hal tebaik yang bisa aku lakukan buat mereka yang selalu ada buatku dan mereka yang jelas tercipta untuk menjagaku.

***

Ada lagi nih, waktu menunjukkan pukul 23.40 WITA. Ada aja nomor ga dikenal, telpon ga jelas, trus sms :
"ma'ap ngganggu, lagi ngapain".

Karena hati masih kesal, simpulkan aja itu adalah orang asing yang ga penting.

Ga ada etikanya kan ? Larut tengah malam, no.ga jelas, cuman nanya "lagi ngapain ?"
Tolong kalo ada hal penting, langsung intinya aja. Makasih.

Tuesday, October 7, 2014

Don't Read This, Please!

Don't Read This, Please! It's #20factsaboutme

What are you looking for in this page ? 20 facts about me ? What are you thinking about me ?

Duh sumpah deh, mending kalian menyerah membaca tulisan ini, tinggal tutup aja browsernya daripada nerusin ini. Jangan menyesal kalo udah selesai membaca semua ya. Hush hush !

Well, this is it ! I would like to tell you, especially for Dhini, Diah and Kiki. Kemarin-kemarin, di instagram lagi ricuh #20factsaboutme. Gara-gara dhini, diah & mbeb yang nge-tag aku, jadi aku tulis disini aja yak. Hmmm.... kalian nih yaa iseng banget, tapi nggak masalah kok. Aku bisa menuliskan lebih dari 20 hal tentang diriku sendiri. Biar ga terlalu mainstream kayak di instagram, sengaja deh disini aja.  

Ya udah, kalau kalian udah siap mental. Here we go !!

1.  I was born in Kandangan City, growth in Samarinda and lost in Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. And this is :

got this from Seven Reflection

2. Love to reading, writing, listening also speaking. When no one wants to hear me, I will write down everything on my account. 

3. Have 2 brothers. I love my lil brother so much better then my big bro. Soalnya kiki itu adik, teman dan pembantu paket lengkap yang paling ngangenin. Kalo kakaku kan udah punya istri yang selalu menyayanginya disetiap hembusan napasnya, amiin. Jadi ga usah repot repot,haa

4. Sedang mencari harimau vegetarian. Yang hidup dengan makan nasi aja, yah minimal rumput tetangga. Bisa buat jaga rumah. Jika anda menemukannya, segera hubungi saya  *ini serius lhoo*


5. Warna hijau, biru, coklat sering aku temukan pada barang-barang milikku. Khusus sendal jepit, harus warna pink. Pokoknya lucu deh, buat diinjak injak, pas juga di kulitku yang secerah kulit langsat.

6. Telpon dari mama, saudara saudari, langit biru di pagi hari, pelangi setelah hujan, bintang di malam kelam dan kamu adalah 6 hal sumber semangat buatku.





7. Cuek, pendiam. Aku sih gak peduli orang lain mau punya apa, nongkrong dimana, sama siapa, mau jadi apa. Salah, klo nyuruh aku buat tanya keadaan orang lain. Selama aku nggak terusik, ga bikin orang lain susah dan asal sobat-sobatku yang konyol sedang baik-baik saja. Aku bakal diam aja kok, nggak protes macem2. Aku emang pendiam kok, tapi gak tau tiap sama kamu aku jadi bawel, banyak tanya dan kepo. Kita bermain sesuai kebutuhan, ok deal. 




8. Aku gak suka tempat redup kecuali kamar tidur sendiri, apalagi makan di tempat redup. Bukan takut hantu, tapi auranya itu lho berasa sepi kelam menyebalkan. kayak terdampar di pulau tak berpenghuni, sendirian, ga ada seekor harimau pun yang menemani. Mending gelap sekalian trus tidur. Zzzz 
 

9. Koleris, galak, jutek, kadang sinis. Maaf yaa, itu perasaanmu aja. Padahal memang bener kok, 75% baik 25 % jahat. Hahaha. 






10. Ga suka sama buaya, apalagi buaya darat. Kayaknya kedua jenis tersebut sama amisnya. Eeh.


11. My mood booster : chocolate, ice cream, and you.




12. I'll be the next environmental engineer with laskar enviro. Yup, walau kadang-kadang aku merasa tersesat, salah kampus, salah almamater. Kadang-kadang perlu disadarkan untuk kembali ke jalan yang lurus.  





13. Proud be a part of 13thNeurality, kita pernah sama sama berjuang mulai dari bangun tidur sampe tidur lagi. Mandi, makan, belajar, jalan, ketawa, nangis bareng sampe dihukum tengah hari, juga bareng bareng. Walau sekarang sudah terganti. Jarangkan punya temen plus saudara tulus kayak mereka ? Kamu punya ?? 






14. Suka banget sama buku, bukan buku pelajaran. Suka beli buku tepatnya apalagi note book yang lucu-lucu. Walau kadang ada beberapa yang ga selesai dibaca atau note book-nya belum dipake, tapi aku ga bisa stop melirik yang baru. Toloooong



15. Mending di kamar, sendirian , baca novel, apalagi komik. Atau nonton sendirian di kamar juga boleh. Daripada mikirin kamu yang suka hilang hilang.



17. Usil, ini hobi dan bakat dari kecil. Tanya aja sama teman SD, SMP, SMA. Jangan tanya teman TK ku yaa, mereka pasti udah lupa klo sering aku kagetin, aku ikat sepatunya atau aku tuker pasangan sepatunya atau aku sembunyikan barangnya sampe dia panik nyari. Eeits, tpi sekarang udah nggak lagi kok. Tanya aja sma Romadhini Putri alias Dhini atau Sahla, mereka ga pernah aku apa-apain. Hmmm,  mungkin si kecilnanimutsobatakudariumur5tahun, Zaky Apriliani yang paling sering aku ganggu dan mengganggu balik sampe sekarang.


18. Kata Raudhyna, aku tuh abstrak. Nah lho, bayangin aja sendiri. 

19. I miss U, I love U 

20. Bingung, udah, makasih. Paling kamu udah bosan baca sampe sini.

Cukup ini aja. Terima kasih buat kamu kamu, yang sudah repot repot nge-tag aku. Makasih yaa, udah bikin aku mikir. Ada yang janggal ? Tolong abaikan. Bye

Sunday, October 5, 2014

Idul Adha 1435 H

Hari ini, perdana lebaran tanpa bos bos. Cuman sama nini, papah, acil aja. Rasanya tiap detik yang dikorbankan buat ST, terlalu mahal ya. Semoga semuanya tergantikan dengan yang terbaik. Paling tidak, hari ini kembali diberi kesempatan buat menikmati takbir, suasana lebaran bareng keluarga besar, dan yang terpenting kembali diingatkan untuk saling berbagi dan meredam nafsu. Semoga semuanya memperoleh berkah-Nya. Amiin.

Wednesday, September 24, 2014

Terkadang Menyesal

Terkadang ketika jenuh mehadapi keterbatasan, aku menyesal terjebak disini. Tapi mungkin aku akan lebih menyesal jika tak bertemu mereka di tempat ini. Setelah semua yang kita lewati, tak ada yang perlu disesali.

Sunday, September 21, 2014

Pergi

Aku menyukaimu, tapi bukan berarti aku berani menginginkanmu.
Belumku miliki saja, rasanya sudah perih saat kau menghilang.
Lebih baik aku biarkan saja kamu pergi menjauh, sebelum rasa ini tumbuh dan menjadi duri.

Friday, September 19, 2014

Kata Kata

Cukup sebuah kata menjadi jembatan diantara kita

Cukup lewat sebuah sebuah kata, tembok diantara kita juga ikut tercipta

Tapi tanpa kata kata, jarak semakin terbentang jauh diantara kita

Sunday, September 7, 2014

Home, Sweet Home

Akhirnya aku bisa teriak "Aku pulaaaaaang !"

7 bulan ga pulang itu, rasanya kayak ketusuk serpihan kayu. Perih, sakit gitu deh selama 2 bulan. Haha...mulai lebay.

Pulang ke rumah rasanya legaa bangeeeet. Semua kenangan yang menyakitkan 7 bulan terakhir luluh lantak di teras rumah. Trus menguap ke langit ke 7. Cieee.

Home, sweet home ; Rumahku, Istanaku ; tempat memulihkan semangat yang redup. Tempat merapikan kembali draft masa depan yang mulai acak. Tempat bersembunyi dari hiruk pikuk kenyataan tanpa perlu menjadi orang lain.

Cuma di sini, tak ada kepalsuan. Semua cinta yang tulus mengalir hangat. Tak perlu khawatir saat jadi diri sendiri. Tempat semua mimpi berasal dan berlabuh pada akhirnya.
Akan selalu ada seribu alasan untuk kembali pulang.

Wednesday, August 27, 2014

Presiden, Rakyat sampai Cita Cita Negeri

"Apakah Jokowi merupakan Pemimpin Ideal untuk Indonesia ?" "Seperti apa Pemimpin Ideal ?"

Usai sudah perdebatan tentang "Calon Presiden Indonesia" yang baru. Baru kali ini sistem demokrasi di Indonesia diributin oleh para pasangan Capres-Cawapres. Mungkin ini bukti bahwa demokrasi di Indonesia berjalan dengan baik, mungkin. Saat SMA, ada desas desus bahwa demokrasi di Indonesia merupakan sistem demokrasi yang terbaik, ga tau ya sekarang. Hehe. Banyak banget kejadian unik seputar Pemilu Pilpres tahun ini yang seru buat dibahas, karena pendukungnya banyak yang melakukan hal-hal aneh. Tapi berhubung jaringan internet suka ngadat, tv di kos lagi ngambek...kurang up-to-date hasilnya. 

Sudahlah, lupakan saja masa lalu. Buat apa menoleh kebelakang jika hanya mengores luka lama. Saat ini, banyak yang bertanya-tanya kemana Jokowi akan membawa Indonesia. Apakah berhasil mewujudkan cita-cita Indonesia sesuai tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 atauuu jadi negara boneka di bawah intervensi Megawati dan negara asing ? Jujur, aku nggak kenal sama Jokowi, Megawati apalagi Prabowo. Karena pertanyaan tadi cuman jadi wacana, lebih baik membahas yang sederhana saja.

"Seperti apa Pemimpin Ideal ?"
Pemimpin sudah seharusnya menjadi pusat pemecahan masalah, pemimpin yang ideal untuk Indonesia harus benar benar mengambil keputusan demi kesejahteraan bangsa Indonesia hari ini, esok dan seterusnya. Pemimpin Indonesia harus mewujudkan rasa aman dan nyaman di Indonesia seperti pendidikan terjangkau, fasilitas kesehatan memadai hingga ke pelosok, dan lapangan pekerjaan luas. Perdebaan SARA yang ada di Indonesia dapat berdampingan dalam damai.Seperti itukah ?
Seharusnya, siapa pun presidennya, rakyat Indonesia nggak perlu rusuh selama "Demokrasi Pancasila" masih menjadi sistem yang dipegang teguh. Di mana pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Renungkan saja, mana sanggup seorang presiden mengemban beban harapan seluruh rakyat. Sejatinya kemajuan Indonesia ada di tangan seluruh rakyat, bukan hanya di tangan pemerintah. Di sini lah, masyarakat harus aktif ikut serta dalam merancang dan melaksanakan kebijakan publik. Protes saja pada semua kebijakan pemerintah yang tidak menguntungkan negara, kejar saja semua pelaku KKN dan kelompok separatis yang merugikan negara. Berikan solusi, jangan cuman demo bikin jalanan macet atau rusuh merusak fasilitas umum.

Faktanya, saat ini banyak rakyat yang cuma menunggu uang subsidi dari pemerintah. Cuman protes saat BBM langka dan harga bahan pokok melambung tinggi. Sedangkan ketika dihimbau untuk mematuhi peraturan kecil dari pemerintah, masih banyak yang melanggar, seperti peraturan lalu lintas, membayar pajak, larangan membuang sampah dan sebagainya. Sebaiknya masyarakat aktif mengkritisi setiap kebijakan pemerintah. Teliti apakah hal tersebut hanya untuk kepentingan suatu kelompok atau atau tidak. Banyak yang mengira kekayaan Indonesia adalah sumber daya alam yang lambat laun akan habis oleh keserakahan. Padahal kekayaan Indonesia adalah sumber daya manusia yang melimpah yang seharusnya dapat mengelola sumber daya alam dengan bijak.

Sekarang terpilih sudah Presiden baru untuk negeri ini. Saat ini, rakyat mestinya berdoa dan berusaha *jangan mengharap* mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju dan makmur. Dibalik pertanyaan "Apakah Jokowi merupakan Pemimpin Ideal untuk Indonesia ?" Mungkin saja jawabanya ya atau tidak. Walau sejuta solusi ditawarkan, tanpa ada yang peduli & bergerak untuk memperbaiki, sampai samudera mengering pun masalah negeri ini tidak akan tuntas. Cita-cita negeri ini tidak akan terwujud jika bangsanya cuman bisa berharap, ikut ikutan orang dan duduk manis menonton pemerintah yang jungkin balik berebut kekuasaan di kandang sendiri sambil melawan kekuasaan negara asing yang perlahan menyusup lewat taktik ekonomi.

Semoga indonesia 

Note : Sebenarnya aku nggak percaya diri membahas ini, karena sekarang sudah jarang memperhatikan Indonesia. Terlalu sibuk dengan dunia "jadi mahasiswa". Sudah nggak belajar PKn lagi sih *banyak banget alasannya*

Saturday, August 23, 2014

Kata Mama

Kata mama, waktu kita kesusahan baru kita bisa tau siapa yang beneran teman.

Kata mama, jangan dikejar. Jodoh kalau dikejar, dia malah lari. (aduh, yg ini bikin bingung, berarti mesti ditangkap pelan2 dong. Haha)

Kata mama, boleh ikutan apa aja asal bisa bagi waktu, kuliah gak ketinggalan.

Kata mama, nurut aja apa kata mama. Karna orang tua selalu mencarikan jalan terbaik. Pasti dapat terbaik.

Kangennyaaaaa :'(

Friday, July 18, 2014

Hampa

Perkuliahan Akhir Tahun. Nyebelin yaaa. Gara-gara malas, cuman ngambil 2 matakuliah. Efeknya nganggur sebulan. Melongo aja di kota ini. Baru deh menyesal, kemarin kemana aja ? Kenapa mesti ngambil perbaikan di waktu liburan.

Capek sendiri kebanyakan mengeluh, haha. Beneran nih hampa banget. Teman-teman SMA seru banget pulang ke rumah, ngumpul ngumpul. Buka puasa bareng. Hiks.

Beruntungnya ada beberapa buah buku yang udah lama dibeli tapi nggak selesai2 dibaca :D waktu nganggur gini jadi kangen tugas kuliah yang bertubi tubi. Sampe baca buku buat selingan aja ga sempat kemarin. Ternyata jadi mahasiswa tanpa tugas kuliah gini rasanya hampa. Duh, sombong ya. Hehe

Beneran ya kata mereka yang duluan lahir, "semuanya dinikmatin aja". Apalagi yang namanya tugas dan kesibukan kuliah. Nggak boleh ngeluh. Waktu sibuk, pengen libur. Waktu libur, kangen sama si sibuk. Nah kan, semua ada waktunya. Mesti sabar yaa, melewati kehampaan ini. Semangat ;)

#menyemangatidirisendiri

Saturday, July 5, 2014

Status : Galau

Ini bulan Ramadhan dan di timeline banyak yang pasang status galau. Sebenarnya nggak ada hubungannya mau hari apa, bulan apa, tahun apa. Nggak penting ya ? Iya. Kalau mereka galau, galau aja. Khususnya di recent update BBM, ada beberapa teman terdekat yang update mulai status sampe DP kalimat galau. Nggak enak mau tanya kenapa, tapi aku penasaran. Endingnya.... ikut-ikutan pasang status biar dikira galau juga. tuuh kan, ketahuan kurang kerjaan. 

Adalagi yang bikin aku penasaran, Nunu lagi jatuh cinta ya ? (Nunu itu teman,sahabat,saudari seperjuangan dari SMA sampe kuliah ke Banjarbaru) setahun terakhir ini, aku menyimak tiap rangkain kata-katanya di FB dan BBM. kok kayak galau, galaunya orang yang lagi jatuh cinta. Tuuuh kaaan, mulai kepo. Nggak kok, aku cuman khawatir. Tapi Nunu jauh lebih dewasa dan strong daripada aku, dia pasti baik baik aja. I miss her so much.

Adalagi nih 2 sisters yang menghiasi timeline dengan kegalauan. Si RPW dan DO. Yang 1 kayaknya lagi asik meratapi kenangan masa lalu dan yang 2 lagi curhat pada dunia karena patah hati. Semoga mereka diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk menyudahi kegalauan mereka secepatnya dan menggantinya dengan berjuta bahagia. Amiin ya rabbal alamiin.

Mengapa galaunya orang dibahas ? Nggak apa-apa sih. Cuman mau komentar. Sebenarnya, tiap ekspresi emosi punya energi bisa positif atau negatif. Positif kalau itu isinya ceria,bahagia,semangat. Negatif kalau isinya kesal, marah, sedih, galau. Aku tau kok, dunia maya milik semua orang. Semua orang jadi rajanya. Semua punya kebebasan mau ngomong apa aja. Tapi...., tiap energi negatif yang ditulis bisa mempengaruhi pembaca yang lain. Contohnya aku, yang jadi ikut-ikutan pasang status galau. Contoh lain, kalau isinya marah, menuduh, bisa jadi ada yang tersinggung sampai terprovokasi. Ini yang parah.

Beneran lhooo, udah pernah kejadian. Yuk, kita gunakan media sosial untuk bersosialisasi dengan baik. Kebijaksanaan kita yang diperlukan dalam memanfaatkan teknologi, apalagi di dunia maya. Jangan sampai, karena gegabah, malah merusak tali silaturahmi dan akhlak kita. Semoga bermanfaat.

Saturday, June 21, 2014

Falling Into Pieces

Breakeven (Lyrics) - The Script


Sekuat apapun kita mencoba bertahan, selalu saja ada saatnya ketika hati dan raga lelah, jenuh.
Ditambah lagi ada rindu yang terlalu mengiris di jantung.
Ambil saja 5 menit untuk mencurahkan semua, tunjukan saja pada dunia bahwa kali ini kita terjatuh lagi.
Jatuh karena letih, karena lalai. Waktunya istirahat sejenak.
Cukup 5 menit untuk mengakui bahwa hati ini jatuh berkeping keping.
Setelah itu, kumpulkan lagi serpihannya. Kerena mimpi masih harus terus dikejar.
Masih banyak hal manis yang selalu bisa membuat kita menghapus air mata, dan tersenyum kembali.

Terima Kasih buat kamu yang sudah rela meredam kesal karena melihat air mataku kemarin.Terima Kasih buat kamu yang selalu ada buat mengeringkan air mataku, mengembalikan senyumku dan membawakan tawaku kembali. Love U 

Friday, June 6, 2014

Morning Sickness

Tiap pagi di hari libur, namanya juga kurang kerjaan. Pasti bawaannya malas bangun, malas mandi, malas makan. Cuman ngecek jejaring sosial aja. Itu morning sickness buatku. Padahal kewajiban belajar buat UAS belum ditunaikan :$

Yaa sudah laaah. Kita santai aja :-D
Waktunya memikirkan diri sendiri.

Hmm. . .  mengingat kata teman-temanku...., kata mereka aku super cuek. Kata dhini, aku gak peka. Kata gema, aku cuek. Kata denny, aku jutek. Yaaaa, terima kasih sudah rela menyisihkan waktu untuk menilai saya. Setelah dipertimbangankan. . . Jreng jreng, ternyata memang benar yaa yang mereka bilang :-S Hehehe.

Aku cuman kurang peka kok, kadang perlu bantuan orang lain untuk meluruskan persaan. Kalo hari ini, situasinya aku ga bisa curhat apa apa. Yaaah, biar waktu yang menjawabnya :)

Thursday, June 5, 2014

Eco Soundsation : Peringatan Hari Bumi dan Lingkungan Hidup Sedunia 2014

Udah tanggal 5 Juni nih, Selamat Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia...!!

Ada sedih juga rindu hari ini, seiring dengan berakhirnya rangkaian kegiatan Eco Soundsation. Bangga bisa jadi bagian dari kepanitiaan Eco Soundsation karena banyaaaak banget pelajaran dan pengalamannya. Dimulai dari 2 hari 2 malam menghitung bintang bareng dhini demi bikin tema, konsep acara sampe proposal. Tiap hari rapat teras sama undy dhini. Mulai semangat masih berapi - api sampai sisa debu. Mulai dari ngomongin acara sampai curhat masalah pribadi. Dan syalalala, udah dhin, udah undy, kita udahan. Sampe tanggal 1 Juni aja. 

Rasanya gak rela kalau kebersamaan ini berakhir. Kangen suasana mencetak proposal, id card, booklet, surat-surat, sampe akhirnya sertifikat. Kangen suasana meet and greet (rapat), suasana pusing dan sibuk gara - gara acara, kangen becandanya, kangen ngegombalnya, kangen waktu kita beda pendapat. Kangen waktu kehilangan arah dan ga berani saling bertanya "mengapa". Kadang kayak petasan, meledak ledak. Kadang hening kayak kuburan. 

Maaf yaa, teman-teman.... Maaf karna sudah mengajak semuanya terlibat, maaf sudah bikin repot selama 3 bulan ini. Maaf sudah menyita waktu, tenaga, perhatian dan pikiran kalian. Maaf buat tiap emosi yang tercipta, maaf buat tiap kesal yang terbesit. Maaf...maaf banget. Terima Kasih, terima kasih buat tiap detik yang kalian curahkan, terima kasih tiap tetes keringat yang mengalir, Terima kasih buat tiap rupiah yang dikorbankan demi pulsa, demi bensin dan swadayanya. Terima kasih juga buat kesabaran, senyum dan semangat yang ga usai sampai akhir. Beneran deeeh, Eco Soundsation nggak ada apa-apanya tanpa semuanya.

Melihat tumpukan proposal, surat, kertas, amplop dan file-file Eco Soundsation di kamar.... Jadi senyum senyum sendiri. Cuma bisa bilang "wow, kita udahan yaa", "wow, gini yaa rasanya jadi sekretaris" daan Eco Soundsation "wow, aman sampe akhir, walau sederhana" "wow, rame walau ngga wah, mewah". Semoga kesederhanaan ini menyatukan kita dalam ikatan yang lebih erat, lebih akrab. Semoga keserhanaan ini bermakna dan berkesan buat semuanyaa. Walau jauh dari kesempurnaan.... Sekali lagi, terima kasih. Kalian Luarrr Biasaa.

Happy World Environment Day 2014 ! Raise Your Voice, Not the Sea Level !
Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia ! Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim !

Kalau bersama Laskar Enviro dan Thirteenviro :
Happy World Earth day and World Environment Day 2014 ! 
Eco Soundsation :
Suarakan Kepedulian dan Wujudkan dalam Aksi Nyata untuk Lingkungan !

Saturday, May 24, 2014

Hitam Putih

Seperti hitam dan putih yang selalu bersisian walau bertolak belakang. Seperti itu juga kita. Kita berjalan bersisian tapi tak sama, kita berbeda dalam banyak hal.

Seperti hitam dan putih, seperti kebaikan dan keburukan. Selalu ada saling melengkapi. Tapi aku tak tau kita yang mana. Karena itu, hanya doa yang bisa kita panjatkan demi kebaikan.

Tuesday, May 6, 2014

Pintu Doraemon

Aku iri sama nobita. Pengen banget punya teman kayak doraemon. Kalo doraemon ga mau jadi temanku, pinjam pintu kemana sajanya aja boleh ? Buat malam iniii aja. Aku cuman pengen pulang aja kok. Aku cuman capek bermain dengan bayang-bayang. Aku juga letih berbohong pada dunia. Aku mau kembali lagi jadi apa adanya.

Sunday, May 4, 2014

Mengejar Bintang

Impian harus dikejar, iyakan ?
Terimakasih, karna tidak bertanya apa-apa. Sehingga aku tetap bisa bergerak kesana kemari mengejar bintang.
Mungkin salah satu dari kita harus bersiap, apakah kita mampu bertahan mengejar bintang yang sama.
Atau kita berhenti dan mengejar bintang yang lain.
Karna kita tidak mengikat janji, maka tak ada yang akan diingkari.
Mungkin nanti perih karna salah satu dari kita akan berhenti, berbalik dan mencari jalan lain. Atau kita tetap bersama memetik bintang yang sama hingga akhir.
Siapa yang tau ?
Biar waktu yang menuntun kita memetik jawabannya.

Tuesday, April 29, 2014

Hello Mama

Maaf, mama...
Ma, anakmu yang satu ini telalu banyak mengeluh. Rasanya hati ini sedang gelisah karena rindu pada pelukmu.

Ma, mengapa jalan ini kadang menanjak dan tiba-tiba menurun ? Kadang juga licin dan berbatu tajam ? Berkali kali aku hampir tersungkur dan hampir terluka.

Ma, rasanya tidak pantas untukku menyerah disini. Tapi ma, semangatku mulai redup. Sepertinya rumah sedang berbisik padaku agar aku pulang.

Ma, aku terlalu penakut. Takut terluka. Walau waktu telah mengajari aku untuk menyembuhkan luka, tetap saja aku tidak siap.

Ma, jika aku mulai kehabisan energi, biarkan aku pulang memelukmu. Agar aku bisa kembali lagi menghadapi dunia. Hari ini, semuanya terasa perih, tidak ada bahu dan hati tempatku bersandar.

Ma, kadang aku ragu menghadapi dunia. Aku tidak tahu apakah dunia sedang jujur atau berbohong. Aku tidak tahu apakah langkahku benar atau salah. Maaf mama..., maafkan aku karena mengeluh lagi.

Monday, April 21, 2014

Menyelami Hati


Dalamnya laut dapat diukur, tapi dalamnya hati seseorang siapa yang tau ??

Lain di mulut, lain di hati.... itulah kita, manusiawi.

Apa asiknya berbohong ?? Satu kebohongan akan terus diikuti dengan kebohongan selanjutnya. Mungkin tiap perbuatan selalu ada alasannya. Entah berbohong untuk menyelamatkan diri sendiri atau menyelamatkan orang lain, atau malah melukai orang lain. 

Jika memang benar bahwa diam adalah emas, mungkin ini jalan terbaik agar tidak berbohong. Mungkin diam juga bisa menyelamatkan salah satu dari kita agar tidak terluka dikemudian hari. Ooh, mungkin berbohong juga bisa untuk menghindari luka.

Pada kenyataannya, siapa yang mau terluka di hatinya ?? Faktanya, dengan semua rasa yang kita miliki, bagai roda yang berputar, sesaat kita bahagia kemudian tiba-tiba kita terpuruk dalam duka. Akhirnya kita berbohong lagi, berkata pada dunia kalau kita baik-baik saja.  

Walau ada sahabat yang selembut karamel dan semanis coklat, tetap saja mereka terbatas untuk menampung semua curahan hati. Tak selalu mereka siap mengerti atau menaggapi. Terkadang biarlah mereka menganalisis sendiri, menyelami kekalutan yang ada. Saat ini, seperti lirik ini,
Bosan, aku dengan penat dan enyah saja kau pekat.
Seperti berjelaga jika ku sendiri.
Selain kebohongan, ada lagi yang namanya keraguan. Ragu apakah seseorang itu berbohong atau tulus. Seperti tulisan teratas, lagi-lagi, Dalamnya laut dapat diukur, tapi dalamnya hati seseorang siapa yang tau ?? Mengukur kedalaman laut saja sudah mengerikan, semakin dalam akan semakin gelap. Bagaimana bisa kita mencoba mengukur kedalam hati seseorang yang dikatakan tidak ada seorang pun yang tau ?? Semakin dalam kita menyelam, semakin gelap dan berbahaya. Tersesat, tak ada jalan untuk kembali. Biar saja waktu yang membuktikan kebohongan dan ketulusan.

Saturday, April 12, 2014

Dua Dunia


Diantara kuliah dan hobi, keduanya membentuk dua dunia yang berbeda. Walaupun sudah kuliah di jurusan yang sudah sesuai, tetap aja ga bisa menyatu dengan hobi. Dunia kuliah memang bukan dunia yang kecil, jelas bukan lagi dunia untuk bermain seperti anak kecil. Akan ada banyak tuntutan tanggung jawab di dalam perjalanannya. Kakak kakak tersayang yang kini sudah berhasil sampai di dunia kerjanya masing-masing pernah bilang, "Enakan sekolah daripada kuliah, tapi lebih enak kuliah daripada kerja". Duh, kakak-kakak ini, hampir aja bikin semangat menyusut. Adalagi, "Rima, pilih jurusan sesuai hati aja ya, dimana kira-kira nanti kerjanya sesuai minat dan bakat". Ok kakak-kakak sayang, udah ku laluin awalnya. Sampai pada hari ini, kuliah ternyata jelas: gampang-gampang susah. Susah menangkap intinya, memastikan nilai kita dan juga mesti ikutin aturan main dosen, sampai akhirnyaaaa hobi terbengkalai.

Menuntut ilmu adalah kewajiban utama sebagai pelajar/mahasiswa. Khusus untuk kuliah, ini adalah satu-satunya jalan lebar untuk meraih cita-cita. Walaupun di kelas cuman dapat teori dan praktek, tetap aja semua mata kuliah ini sangat penting untuk mendukung kita di dunia kerja. Sisanya tinggal mengasah kemampuan komunikasi dan organisasi di luar kelas. Ketika terjebak sibuk di dunia tugas-tugas kuliah ini, mulai deh merasa tersesat. Seperti hampir lupa jati diri. Saking tugas-tugas itu datang bertubi-tubi, ga sempat nengok dunia lain deh. Intinya jarang update berita dan informasi lainnya. Baca buku fiksi aja hampir ga sanggup. Huhuhu....


Tuuuh kaaaan, mencuri waktu buat hobi mulai dari membaca sampai menulis aja susah banget akhir-akhir ini. Padahal hobi itu seperti piknik, melepas jenuh dari dunia yang menuntut tanggung jawab. Dan aku mulai jenuh lagi. Mungkin bukan manajemen waktu sebagai pelajar atau mahasiswa yang diperlukan, tetapi manajemen energi. Tuhan sudah adil memberi kita waktu 24 jam dalam sehari, kalo waktu ada banyak tapi energi kita habis, jadinya kan sama aja bohong. Ga kuat ngerjain tugas apalagi konsentrasi untuk belajar. Hufh, harus rajin olah raga dan  makan teratur niih... Mungkin ini efek kebanyakan bertugas jumat sabtu minggu. Sampai akhirnya, isi tulisan ini ngawur. 

Kesimpulanya yaa.....
Sukses dimulai dari hari ini, dimulai dari usaha kita untuk melewati semua kesulitan yang ada. Karena tolak ukur kesuksesan orang berbeda-beda, tapi intinya sama, yaitu bisa bersenang-senang menikmati hasil kerja keras selama ini. Untuk itu, walau masih muda, pengalaman ga seberapa, ya... Kita harus bisa menuntut ilmu tanpa lupa menengok ke dunia lain. Jangan asik dengan dunia masing-masing. Walau sedang berjuang di dunia teknik lingkungan, jangan lupa nengok dunia ekonomi, politik dan lain sebagainya. Apalagi ga sempat menjalankan hobi atau mengasah bakat di bidang lain,duuh itu gawat. Sepertinya keseimbangan otak kiri-kanan bisa berdampak ke suasana hati lhooo. Dari pada stress terpaku pada satu dunia, yuuk jalan-jalan..., baca buku..., dan lain-lain. Meraih impian kan ga mudah, jangan sampe sengsara di awal sampe akhir yaa...!! S.E.M.A.N.G.A.T  P.A.G.I !!!




Wednesday, February 5, 2014

Selembar Daun

Sudah 100 menit aku duduk bangku ini. Di bawah pohon ketapang yang rindang. Mengamati pejalan kaki yang lalu lalang. Sepertinya sore ini sangat ramai...

Terlihat rombongan pawai melintas di seberang sana. Pusat keramaian tadi.

Seolah olah arus masa tertarik dan terbawa arus kuat. Seperti arus sungai. Mereka larut dalam suka cita.

Tak seperti aku, yang hanya duduk mengamati dari kejauhan. Tak ingin terseret arus. Sore ini masih terasa panas, mungkin karena musih kemarau akan berlangsung

Ketapang yang rindang juga turut mengikuti arus alam. Daun daunnya yang kering berguguran. Berserakan di sekitar kakiku.

Meski masih rindang menyejukkan, memberikan tempat bernaung di bawahnya. Di kursi ini. Selembar daun kering bergerak, mengikuti hela angin. Selembar daun hijau juga bergoyang. Ia beruntung karena masih muda, segar dan kuat. Takkan gugur dan terseret angin.