Wednesday, February 5, 2014

Selembar Daun

Sudah 100 menit aku duduk bangku ini. Di bawah pohon ketapang yang rindang. Mengamati pejalan kaki yang lalu lalang. Sepertinya sore ini sangat ramai...

Terlihat rombongan pawai melintas di seberang sana. Pusat keramaian tadi.

Seolah olah arus masa tertarik dan terbawa arus kuat. Seperti arus sungai. Mereka larut dalam suka cita.

Tak seperti aku, yang hanya duduk mengamati dari kejauhan. Tak ingin terseret arus. Sore ini masih terasa panas, mungkin karena musih kemarau akan berlangsung

Ketapang yang rindang juga turut mengikuti arus alam. Daun daunnya yang kering berguguran. Berserakan di sekitar kakiku.

Meski masih rindang menyejukkan, memberikan tempat bernaung di bawahnya. Di kursi ini. Selembar daun kering bergerak, mengikuti hela angin. Selembar daun hijau juga bergoyang. Ia beruntung karena masih muda, segar dan kuat. Takkan gugur dan terseret angin.