Tuesday, April 29, 2014

Hello Mama

Maaf, mama...
Ma, anakmu yang satu ini telalu banyak mengeluh. Rasanya hati ini sedang gelisah karena rindu pada pelukmu.

Ma, mengapa jalan ini kadang menanjak dan tiba-tiba menurun ? Kadang juga licin dan berbatu tajam ? Berkali kali aku hampir tersungkur dan hampir terluka.

Ma, rasanya tidak pantas untukku menyerah disini. Tapi ma, semangatku mulai redup. Sepertinya rumah sedang berbisik padaku agar aku pulang.

Ma, aku terlalu penakut. Takut terluka. Walau waktu telah mengajari aku untuk menyembuhkan luka, tetap saja aku tidak siap.

Ma, jika aku mulai kehabisan energi, biarkan aku pulang memelukmu. Agar aku bisa kembali lagi menghadapi dunia. Hari ini, semuanya terasa perih, tidak ada bahu dan hati tempatku bersandar.

Ma, kadang aku ragu menghadapi dunia. Aku tidak tahu apakah dunia sedang jujur atau berbohong. Aku tidak tahu apakah langkahku benar atau salah. Maaf mama..., maafkan aku karena mengeluh lagi.

Monday, April 21, 2014

Menyelami Hati


Dalamnya laut dapat diukur, tapi dalamnya hati seseorang siapa yang tau ??

Lain di mulut, lain di hati.... itulah kita, manusiawi.

Apa asiknya berbohong ?? Satu kebohongan akan terus diikuti dengan kebohongan selanjutnya. Mungkin tiap perbuatan selalu ada alasannya. Entah berbohong untuk menyelamatkan diri sendiri atau menyelamatkan orang lain, atau malah melukai orang lain. 

Jika memang benar bahwa diam adalah emas, mungkin ini jalan terbaik agar tidak berbohong. Mungkin diam juga bisa menyelamatkan salah satu dari kita agar tidak terluka dikemudian hari. Ooh, mungkin berbohong juga bisa untuk menghindari luka.

Pada kenyataannya, siapa yang mau terluka di hatinya ?? Faktanya, dengan semua rasa yang kita miliki, bagai roda yang berputar, sesaat kita bahagia kemudian tiba-tiba kita terpuruk dalam duka. Akhirnya kita berbohong lagi, berkata pada dunia kalau kita baik-baik saja.  

Walau ada sahabat yang selembut karamel dan semanis coklat, tetap saja mereka terbatas untuk menampung semua curahan hati. Tak selalu mereka siap mengerti atau menaggapi. Terkadang biarlah mereka menganalisis sendiri, menyelami kekalutan yang ada. Saat ini, seperti lirik ini,
Bosan, aku dengan penat dan enyah saja kau pekat.
Seperti berjelaga jika ku sendiri.
Selain kebohongan, ada lagi yang namanya keraguan. Ragu apakah seseorang itu berbohong atau tulus. Seperti tulisan teratas, lagi-lagi, Dalamnya laut dapat diukur, tapi dalamnya hati seseorang siapa yang tau ?? Mengukur kedalaman laut saja sudah mengerikan, semakin dalam akan semakin gelap. Bagaimana bisa kita mencoba mengukur kedalam hati seseorang yang dikatakan tidak ada seorang pun yang tau ?? Semakin dalam kita menyelam, semakin gelap dan berbahaya. Tersesat, tak ada jalan untuk kembali. Biar saja waktu yang membuktikan kebohongan dan ketulusan.

Saturday, April 12, 2014

Dua Dunia


Diantara kuliah dan hobi, keduanya membentuk dua dunia yang berbeda. Walaupun sudah kuliah di jurusan yang sudah sesuai, tetap aja ga bisa menyatu dengan hobi. Dunia kuliah memang bukan dunia yang kecil, jelas bukan lagi dunia untuk bermain seperti anak kecil. Akan ada banyak tuntutan tanggung jawab di dalam perjalanannya. Kakak kakak tersayang yang kini sudah berhasil sampai di dunia kerjanya masing-masing pernah bilang, "Enakan sekolah daripada kuliah, tapi lebih enak kuliah daripada kerja". Duh, kakak-kakak ini, hampir aja bikin semangat menyusut. Adalagi, "Rima, pilih jurusan sesuai hati aja ya, dimana kira-kira nanti kerjanya sesuai minat dan bakat". Ok kakak-kakak sayang, udah ku laluin awalnya. Sampai pada hari ini, kuliah ternyata jelas: gampang-gampang susah. Susah menangkap intinya, memastikan nilai kita dan juga mesti ikutin aturan main dosen, sampai akhirnyaaaa hobi terbengkalai.

Menuntut ilmu adalah kewajiban utama sebagai pelajar/mahasiswa. Khusus untuk kuliah, ini adalah satu-satunya jalan lebar untuk meraih cita-cita. Walaupun di kelas cuman dapat teori dan praktek, tetap aja semua mata kuliah ini sangat penting untuk mendukung kita di dunia kerja. Sisanya tinggal mengasah kemampuan komunikasi dan organisasi di luar kelas. Ketika terjebak sibuk di dunia tugas-tugas kuliah ini, mulai deh merasa tersesat. Seperti hampir lupa jati diri. Saking tugas-tugas itu datang bertubi-tubi, ga sempat nengok dunia lain deh. Intinya jarang update berita dan informasi lainnya. Baca buku fiksi aja hampir ga sanggup. Huhuhu....


Tuuuh kaaaan, mencuri waktu buat hobi mulai dari membaca sampai menulis aja susah banget akhir-akhir ini. Padahal hobi itu seperti piknik, melepas jenuh dari dunia yang menuntut tanggung jawab. Dan aku mulai jenuh lagi. Mungkin bukan manajemen waktu sebagai pelajar atau mahasiswa yang diperlukan, tetapi manajemen energi. Tuhan sudah adil memberi kita waktu 24 jam dalam sehari, kalo waktu ada banyak tapi energi kita habis, jadinya kan sama aja bohong. Ga kuat ngerjain tugas apalagi konsentrasi untuk belajar. Hufh, harus rajin olah raga dan  makan teratur niih... Mungkin ini efek kebanyakan bertugas jumat sabtu minggu. Sampai akhirnya, isi tulisan ini ngawur. 

Kesimpulanya yaa.....
Sukses dimulai dari hari ini, dimulai dari usaha kita untuk melewati semua kesulitan yang ada. Karena tolak ukur kesuksesan orang berbeda-beda, tapi intinya sama, yaitu bisa bersenang-senang menikmati hasil kerja keras selama ini. Untuk itu, walau masih muda, pengalaman ga seberapa, ya... Kita harus bisa menuntut ilmu tanpa lupa menengok ke dunia lain. Jangan asik dengan dunia masing-masing. Walau sedang berjuang di dunia teknik lingkungan, jangan lupa nengok dunia ekonomi, politik dan lain sebagainya. Apalagi ga sempat menjalankan hobi atau mengasah bakat di bidang lain,duuh itu gawat. Sepertinya keseimbangan otak kiri-kanan bisa berdampak ke suasana hati lhooo. Dari pada stress terpaku pada satu dunia, yuuk jalan-jalan..., baca buku..., dan lain-lain. Meraih impian kan ga mudah, jangan sampe sengsara di awal sampe akhir yaa...!! S.E.M.A.N.G.A.T  P.A.G.I !!!