Tuesday, October 25, 2016

Pena dan Kertas

Malam masih berbintang, kota pun masih ramai dengan berbagai dinamikanya. Belum larut.
Sayup sayup terdengar suara jangkrik yang mengisi malam. Malam itu Pena terlihat lelah, tidak, mungkin dia bosan, aku tidak bisa menangkap ekspresinya. Dia tidak berkata-kata seperti malam biasanya. Diam seribu bahasa. Aneh. Sedari tadi aku juga diam, memperhatikan. Kadang dia mengeluh, kadang dia terlihat gelisah. Aah, biar lah, kalau pun ada sesuatu pasti akan mengatakannya padaku. Lama-lama dia sukses membuat aku tak enak hati dan penasaran. 

"Kau kenapa sih, sejak tadi gelisah?" ujarku.

"Hmmm.....huuufh?" jawab Pena.

"Tuuh lagi-lagi, kau ada masalah apa? Cerita doong, biar aku mengerti" tanyaku lagi, aku mulai sewot.

"Kertaaas, aku sedang kesal hari ini. Kau pernah tidak merasa lelah berteman dengan seseorang?" akhirnya Pena mulai membuka mulutnya.

"Lelah bagaimana? Kau kesal padaku? lelah berteman denganku?" tanyaku lagi bertubu-tubi. aku benar-benar tidak mengerti apa yang ada di pikiran Pena. 

"Bukaaan, bukan kamu. 

No comments:

Post a Comment